Sustainable Urban Architecture: Global and Local Context

arsitektur-global-context

Program Studi Arsitektur UMS melenggarakan Seminar dan Workshop bertema ‘Sustainable Urban Architecture’ pada hari Kamis, 8 Desember 2016. Kegiatan diadakan di Kampung Batik Laweyan karena dianggap sesuai dengan tema kegiatan, dan juga acara seminar ini dilanjutkan dengan workshop di lokasi tersebut.

Kegiatan tersebut menampilkan 2 narasumber. Narasumber pertama adalah Prof. Timothy Heath dari Department of Architecture and Built Environment, University of Nottingham, UK yang menyampaikan presentasi berjudul ‘Mixed Use and Revitalisation: the UK & European Context’. Beliau menceritakan pengalaman di tingkat global terutama Eropa dan Inggris dalam konteks pembangunan berkelanjutan dengan menggunakan pendekatan lokal dan kontekstual, termasuk konservasi. Narasumber kedua, Ir. Alpha Febela P., MT, dari Prodi Arsitektur, FT UMS, menampilkan presentasi berjudul ‘Kampoeng Batik Laweyan towards Sustainable Neighbourhood’. Beliau menjelaskan dan menunjukkan bagaimana perkembangan Kampung Laweyan dari masa ke masa hingga saat ini menjadi sebuah kampung wisata yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari dari kalangan dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta dan juga dari luar UMS. Peserta dengan semangat mengikuti kegiatan hingga selesai, apalagi saat di akhir kegiatan ditutup dengan workshop batik dan art performance. Bukan hanya peserta, pembicara utama dari UK juga merasa sangat senang karena dapat melihat langsung bagaimana pembangunan di Indonesia berjalan, terutama di tingkat kecil (kampung, permukiman, desa, dll). Sebagai bentuk apresiasi, beliau menawarkan untuk menulis join publication untuk jurnal dan publikasi lainnya. Kegiatan ini terbukti menjadi media untuk pengembangan kerjasama di tingkat global, antara lain dengan University of Nottingham, dalam bentuk penelitian, pengajaran, dan sebagainya. Kegiatan diharapkan juga dapat menjadi pilot project untuk kegiatan yang lebih besar yang dapat diajukan melalui skema hibah pendanaan dari Indonesia dan internasional.