Singapura, 5 Februari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta melaksanakan kegiatan observasi bangunan mixed-use di Kampung Admiralty pada Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan mengenai real project building di kawasan ASEAN bagi mahasiswa dan menggali solusi hunian yang adaptif bagi kota-kota padat dengan keterbatasan lahan.
Kegiatan observasi dilakukan oleh 16 mahasiswa KKL Arsitektur yang mengikuti rangkaian studi lapangan di Singapura dan Malaysia, dibimbing langsung oleh dosen pembimbing lapangan, Ibu Suharyani S.T., M.T., serta melibatkan interaksi dengan masyarakat setempat. Observasi difokuskan untuk memahami bagaimana konsep mixed-use pada Kampung Admiralty mengintegrasikan hunian, layanan kesehatan, fasilitas komersial, dan ruang publik dalam satu kompleks vertikal serta mendorong interaksi sosial dan aksesibilitas.
Kegiatan diawali dengan pengenalan konteks tata ruang dan konsep perancangan, dilanjutkan observasi lapangan berupa pencatatan, dokumentasi foto dan sketsa, serta wawancara dengan pengguna. Mahasiswa mengamati penerapan prinsip arsitektur berkelanjutan, seperti ruang hijau, integrasi lanskap, sirkulasi vertikal yang efisien, dan desain ramah lanjut usia. Menurut masyarakat setempat, kompleks ini menyediakan layanan yang sangat baik. Bangunan delapan lantai dengan dua lantai basement tersebut menampung fasilitas seperti supermarket, plaza, klinik, taman kanak-kanak, roof garden, apartemen lansia, dan sky terrace. Terkait ruang hijau di bangunan tersebut, narasumber mengatakan bahwa ruang hijau tentu saja memiliki efek karena Singapura merupakan kota yang cukup kecil, jika tidak memiliki cukup banyak tanaman maka akan sangat panas. Oleh karena itu, mereka menghadirkan berbagai tanaman ini yang bekerja untuk membuat ruangan menjadi sejuk.
Hasil kegiatan menunjukkan pemahaman konkret mahasiswa terhadap strategi mixed-use sebagai solusi intensifikasi lahan di kota padat. Mahasiswa memperoleh wawasan teknis tentang integrasi pelayanan kesehatan dan komersial yang mendukung konsep ageing in place, implementasi ruang publik bertingkat dan lanskap hijau, serta praktik keberlanjutan yang relevan untuk iklim tropis. Selain kompetensi teknis, kegiatan ini juga meningkatkan kepekaan sosial, kemampuan dokumentasi, dan keterampilan analitis mahasiswa.
Diharapkan temuan dan pengalaman lapangan ini dapat diwujudkan menjadi rekomendasi desain dan kebijakan yang aplikatif untuk perencanaan kawasan padat di Indonesia, memperkuat kemampuan teknis mahasiswa dalam membuat dokumentasi (foto, sketsa, diagram sirkulasi), dan memicu ide-ide desain yang kontekstual dan realistis. Kegiatan ini juga diharapkan menumbuhkan kemampuan komunikasi lapangan serta kolaborasi tim yang lebih baik di kalangan mahasiswa.
